Tahun 2014, Kaltim Targetkan Produksi 748 Ribu Ton Beras

January 2, 2014 by  
Filed under Pertanian

SAMARINDA – vivaborneo.com, Dinas Pertanian Tanaman Pangan (PTP) Kaltim mematok target produksi Kaltim pada tahun anggaran (TA) 2014 mencapai 748 ribu ton beras. Target tersebut untuk memenuhi kebutuhan yang mencapai 596 ribu ton dan sebagai cadangan kebutuhan pangan Kaltim pertahunnya.

“Optimis tercapai. Saya yakin produksi 2014 meningkat. Ini selain karena campur tangan (interpensi) pemerintah dalam peningkatan produksinya, juga karena petani kita sudah tanam dimusim tanam Oktober – Desember 2013 ini. Sehingga produksinya masuk musim panen 2014,” ujar Kepala Dinas PTP Kaltim, H Ibrahim ketika berbincang, di Samarinda, Selasa (31/12).

Khusus kebijakan interpensi dalam peningkatan produksi, Dinas PTP sudah menetapkan 50 kecamatan strategis sebagai sentra pengembangan pertanian tanaman pangan. Meskipun begitu perhatian yang diberikan bervariasi dan baru 14 kecamatan yang dianggap perlu mendapat konsentrasi perhatian penuh. Diantaranya Kecamatan Long Kali dan Long Ikis Kabupaten Paser dan Kecamatan Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat.

Disamping itu, Dinas PTP juga diakui terus mengupayakan peningkatan masa tanam per tahun dan produksi per hektare setiap kali panen. Jika selama ini hanya 2 hingga 3 kali masa tanam per tahun, ke depan ditingkatkan hingga 4 kali musim tanam pertahun. Selanjutnya, jika selama ini produksi  hanya 4,6 ton per hektarenya ke depan ditingkatkan paling tidak 5 hingga 6 ton per hektarenya.

“Hasil percobaan kita dengan intensifikasi lahan bisa produksi 8 hingga 10 ton per hektarenya,” yakinnya.

Selain itu, Dinas PTP juga menjamin ketersedian pupuk, baik melalui program pemerintah pusat  subsidi pupuk dan dari APBD Kaltim. “Tapi yang terpenting tindakan pasca panennya. Ini yang harus diamati untuk menjaga kualitas beras yang dihasilkan. Kecenderungan tidak langsung dirontok. Padahal bagusnya langsung dirontok dan masuk di pengeringan,” katanya.

Sebagai antisipasi, Pemprov sudah menyalurkan bantuan power threser atau mesin perontok padi, pengeringan, hingga membantu pembangunan lantai jemur maupun plastik penjemur guna membantu petani menjaga kualitas produksinya.
Dengan berbagai interpensi dimaksud Ibrahim berkeyakinan Kaltim bisa menyumbang kontribusi sesuai porsi setiap daerah yang ditetapkan dalam mewujudkan pencanangan program nasional swasembada pangan surplus 10 juta ton beras pada 2014.

Untuk diketahui, produksi petani Kaltim saat ini hanya masih sebata memenuhi 83 persen kebutuhan konsumsi dalam daerah. 17 persen kekurangannya masih harus didatangkan dari luar daerah seperti Sulawesi dan Kalimantan Selatan. Meskipun diakui dalam satu waktu beras produksi Kaltim, khususnya di PPU juga dikirim ke Banjarmasin memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

Hal tersebut merupakan mekanisme pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri yang dibangun dengan saling suplai antar daerah. Itu sebabnya sejak 2013 sudah tidak ada impor beras lantaran pemerintah mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dari hasil komulasi produksi petani. (vb/arf)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.