Membangun Industri Beras, Jalin Kerjasama Dengan Vietnam

January 2, 2014 by  
Filed under Headline

SAMARINDA – vivaborneo.com, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (PTP) Kaltim mencoba melirik kerjasama pembangunan industri perberasan dengan perusahaan pembuatan mesin pengolahan padi Buivanngo Rice Machines asal Vietnam. Arah kerjasama yang akan ditawarkan lebih pada pengelolaan padi produksi food dan rice estate (FRE) di 10 Kabupaten se Kaltim dan Kaltara.

“Memang arahnya kesana (kerjasama industri perberasan). Apalagi saat pengembangan FRE berhasil. Ini sebagai kelanjutan jika produksinya banyak,” kata Kepala Dinas PTP Kaltim, H Ibrahim, di Samarinda, Kamis (2/1).

Apalagi, Buivanngo terkenal sebagai perusahaan pengolahan beras yang mengekspor produknya ke berbagai negara di Dunia termasuk di Indonesia. Sejak 1996 dan mulai dipatenkan pada 1998, Buivanggo sudah ekspor ke Thailand, Fhilipina, Kamboja, Korea, Australia, Afrika, Malaysia, Indonesia, serta banyak negara lainnya.

Hal tersebut tentu sejalan dengan rencana kerjasama yang akan dikembangkan. Jika terwujud, Buivanngo dapat menekan biaya produksi, khususnya berkaitan transportasi angkut barangnya. Mereka tidak perlu lagi mengirim dari Vietnam untuk kemudian didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia. Tapi cukup mengirimnya dari Kaltim hasil pengelolaan.

“Petani Kaltim terbantu dalam hal pemasaran produknya. Bila perlu dibentuk kerjasama antar perusahaan dengan petani,”terangnya.

Dalam hal ini, perusahaan bisa mengontrak petani selama lima tahun dengan ketentuan menyediakan benih, pupuk dan penunjang lainnya, kemudian produksinya langsung diproduksi. Sehingga ada kepastian produksi petani terjual dengan jaminan harga baik.

Dalam waktu dekat rencananya Buivanngo melakukan survey ke Kaltim. Melihat potensi pertaniannya dan prosfek pengembangan industri perberasan dimaksud. Setelah terwujud, tinggal difikirkan suplaynya kemana saja. Terlebih, alasan penetapan Kaltim sebagai pengembangan FRE untuk dijadikan sebagai lumbung pangan nasional dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan.

“Yang jelas ini persiapan tuk 2-3 tahun mendatang. Saat FRE Kaltim benar-benar terwujud. Berapapun hasilnya bisa diproduksi,” tambahnya seraya menyebut bahwa setiap mesin Buivanngo sudah bisa memproduksi beras 20 ton per hari. (vb/arf)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.