Perkebunan di Kaltim Dapat Kucuran Rp9,81 dari APBN

March 2, 2014 by  
Filed under Agrobisnis

 

SAMARINDA, vivaborneo.com,Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim mendapat dukungan dana sekitar Rp 9,81 miliar untuk pelaksananaan kegiatan perkebunan melalui APBN  tahun anggaran (TA) 2014. Rinciannya adalah dana dekonsentrasi (DK) sebesar Rp 2,97 miliar dan dana tugas pembantuan (TP) Rp 4,65 miliar, ditambah tugas pembantuan (TP) kabupaten sebesar Rp 2,18 miliar.Kepala Disbun Kaltim, Hj Etnawati Usman ketika  dikonfirmasi, Senin (24/2) mengatakan salah satu kegiatan yang mendominasi adalah revitalisasi perkebunan untuk komoditi kelapa sawit, kakao dan karet yang merupakan bagian dari program peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman.

“Adapun dana APBN tersebut meliputi kegiatan satuan kerja (satker 05) Direktorat Jenderal Perkebunan Rp 7,35 miliar, Satker 07 Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian sebesar Rp 1,16 miliar, serta Satker 08 Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian sebesar Rp 1,28 miliar,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan pembangunan perkebunan dari APBN juga meliputi pengembangan penanganan pasca panen komoditas perkebunan, penanganan gangguan usaha dan konflik perkebunan, dukungan perlindungan perkebunan serta dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya.

Meski begitu, dukungan dana tersebut jauh lebih kecil ketimbang tahun lalu. Etna tidak menyebut besaran penurunan anggaran dimaksut. Yang jelas terjadi penurunan diakibatkan adanya kebijakan dari pusat mengenai pengalokasian anggaran tersebut.

 “Dengan adanya dukungan pusat melalui dana APBN ini, diharapkan pelaksanaan kegiatan pembangunan perkebunan di Kaltim tahun 2014 ini dapat berjalan sesuai dengan yang telah ditetapkan,” papar Etnawati.(vb/arf)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.