Tekan Inflasi dengan Giatkan Bertanam Cabai dan Bawang

March 4, 2014 by  
Filed under Pertanian

 

SAMARINDA – vivaborneo.com, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura H Ibrahim mengakui,komoditi cabai dan bawang merupakan salah satu komoditas tertinggi penyumbang inflasi di daerah.

“Cabai dan bawang ini sudah menjadi komoditas promadona bagi masyarakat bahkan menjadi perhatian nasional karena penyumbang inflasi tertinggi. Presiden mengimbau kepada Gubernur untuk menggalakkan menanam tanaman pangan khususnya bawang dan cabai,” ujar Ibrahim pada Temu Lapang Petani dan TP PKK Kecamatan Sambutan Samarinda, Rabu (12/2).

Perhatian pada cabai dan bawang merah sangat penting karena mempengaruhi kehidupan petani, perekonomian makro dan tingkat inflasi. Pada sidang kabinet bidang pangan di Bukittinggi Sumatera Barat telah ditetapkan keduanya sebagai komoditas pangan penting.

Dikatakan,  Kaltim akan mengalakkan tanaman cabai melibatkan TP PKK dan organisasi wanita lainya. Diprediksikan, setiap satu polibag cabai minimal mampu menghasilkan satu kilogram cabai segar.

Sehingga dalam tempo tiga bulan kedepan di  Samarinda akan mampu memproduksi cabai segar sebesar 3,5 ton. “Kita bantu untuk TP PKK dan organisasi wanita di Samarinda sebanyak 3.500 poliback benih cabai dan tiga bulan sudah panen,” jelas Ibrahim.

Sementara Pemimpin Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kaltim Ameriza M Moesa menyebutkan dukungan pihaknya terhadap pengembangan tanaman cabai dan bawang di Kaltim sebagai salah satu langkah menekan angka inflasi dari komoditas pangan.

“Kami menyambut positif atas gerakan aksi menanam cabai dan bawang yang dilaksanakan Pemprov melalui Distan. Program ini sinergi dengan tugas Bank Indonesia untuk mengendalikan stabilitas harga (inflasi) dan komoditas pangan merupakan salah satu pendorong terjadinya inflasi di Samarinda serta beberapa kota lainnya,” ujar Ameriza.

Diharapkan, pengembangan tanaman cabai dan bawang maupun sayuran di Kaltim maka akan menekan angka inflasi di daerah. Terutama, harga komditas tanaman pangan yang selalu berfluktuatif dengan kenaikan harga yang sangat tinggi khususnya cabai dan bawang.

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.