Paprika Lembang Bandung Barat Kuasai Pasar Sayur Dunia

March 20, 2014 by  
Filed under Artikel

 

Vivaborneo.com, Bagi orang Barat, pedas pada makanan sanga mengganggu lidah mereka. Ini berbanding terbalik dengan lidah orang Indonesia yang sangat menyukai pasa pedas, pahkan sangat pedas sekalipun.

Ketidaksukaan orang “bule” pada rasa pedas ini tergantikan dengan sayur buah Paprika yang berasa manis, renyah  dan  sangat sedikit rasa pedas.

Ternyata, sayur Paprika Indonesia yang berbentuk buah cantik aneka warna  ini mampu menguasai pasar Asean yang kembali di ekspor (re-ekspor) oleh Singapura dan Malaysia ke beberapa negara di dunia.

Itulah yang terlihat saat kunjungan vivaborneo.com ke daerah Lembang Kabupaten Bandung Barat, pertengahan Februari  lalu (21/2) bersama para wartawan ekonomi Kaltim yang dikoordinir oleh Bank Indonesia Perwakilan Kaltim.

Menurut Pengurus Koperasi Mitra Bersama Desa Pasir Langu, Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat,  Ceppy  mengatakan  paprika yang mereka hasilkan telah mampu di ekspor ke Singapura dan Malaysia. Dari dua Negara ini, paprika dikemas dan diberi merek baru made in Singapura dan Malaysia untuk di ekspor kembali (reekspor) ke sejumlah Negara-negara di dunia.

“Tujuan utama ekspor kita saat ini memang Singapura dan Malaysia, belum dapat menembus langsung pasar dunia. Peluang inilah yang akan kita tembus di amsa mendatang,” ujarnya.

Untuk ekspor, pasar luar negeri memilih paprika dengan berat 150-200 gram atau sekilo isi lima-enam buah dengan tampilan mulus dan bulat sempurna. Sedangkan untuk pasar lokal menyukai buah yang besar antara 200-300 per kilogramnya atau berisi tiga sampai empat buah.

Di pasar luar negeri paprika Lembang  laku dengan harga antara Rp10.000 sampai dengan Rp15.000 tergantung grade. Sedangkan  di dalam negeri dengan kualitas reject dihargai  Rp5.000-8.000. Walau harga di dalam negeri lebih rendah, petani lebih senang memasarkan paprika ke pasar lokal dengan alasan lebih mudah, tampilan paprika yang tidak menjadi syarat dan perputaran uang yang cepat.

Di Koperasi Mitra Bersama Pasir Langu, hampir 75 persen petani menanam paprika, sisanya menanam sayuran khas daerah dingin lainnya seperti labu siam, kembang kol dan lain-lain.

Lahan yang terbatas dan sempit di Lembang, paprika yang ditanam  kebanyakan dengan sistem hidroponik dan memakai green house dari plastik putih agar terlindung dari cuaca dingin, angin dan gangguan hama serta hewan peliharaan.

Satu pohon paprika dapat berbuah hingga 8 buah atau seberat 3 kilogram. Untuk Desa Pasir Langu, dengan luas kebun petani seluas 50 hektar, dapat dihasilkan sebanyak 5 ton per hari.

“Nantinya kita berharap dapat melakukan ekspor sendiri ke Negara-negara Asean dan Eropa tanpa harus melalui Singapura ataupun Malaysia,” harapnya.

Kini Koperasi Mitra Sejahtera merupakan nasabah Bank Tabungan Negara (BTN) yang menjadi satu-satunya bank yang sangat perhatian terhadap usaha pertanian di Kecamatan Lembang ini.

Usaha pertanian paprika yang menyukai iklim sejuk ini kiranya juga dapat dikembangkan di Kalimantan Timur dan Utara yang memiliki daerah-daerah sejuk sebut saja di Kabupaten Mahakam Ulu ataupun di Kabupaten Malinau dan ketinggian lembah Krayan di Kabupaten Nunukan.(vb/yuliawan)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.