Harga Lada Putih Asal Kaltim Alami Kenaikan Drastis

September 11, 2014 by  
Filed under Headline

SAMARINDAvivaborneo.com, Petani lada di Kalimantan Timur  kembali bergairah mengurus hamparan kebun lada karena terjadi kenaikan harga lada yang mencapai Rp 125 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya dibawah Rp60.000.  Dengan harga penjualan tinggi, petani diharapkan dapat menikmati kembali penghasilan dari panen komoditi yang sempat mereka tinggalkan beberapa tahun silam ini.

Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim, Etnawati Usman mengatakan, kenaikan harga lada menjadi momentum yang baik dalam upaya mengembalikan kejayaan lada di Kaltim.

“Apalagi lada Kaltim merupakan plasma nutfah asli daerah Kaltim yang telah dilepas untuk bibit unggul nasional,” kata Etnawati ketika berbincang, di Samarinda, Selasa (9/9).

Menurutnya, lada putih asal Kaltim sudah lama dikenal oleh dunia, selain lada putih asal Bangka (Munthok white pepper), maupun lada hitam asal Lampung (Lampung black pepper). Kaltim merupakan salah satu daerah sentra pembudidayaan lada terbesar di Asia Tenggara.

Hingga tahun 2013 luas areal komoditi lada di Kaltim tercatat 9.460 hektare dengan jumlah produksi 6.818 ton lada kering. Sentra terbesar pengembangan budidaya lada tersebut  terdapat di Dusun Mario, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kartanegara dan Desa Semoi II, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Produksi dari tanaman lada sebesar 6.818 ton lada putih tersebut seluruhnya dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri dan ekspor,” tambahnya.

Produksi lada asal Kaltim ini sempat menurun karena harga yang kalah bersaing dengan komoditi lainnya. Selain itu banyak lahan-lahan milik petani yang beralih fungsi ke usaha pertambangan.

Di tahun 1980-1990-an, jalan sepanjang Samarinda-Balikpapan, terhampar kebun-kebun lada milik petani. Pelintas jalan dapat dengan mudah melihat tumbuhan perdu ini berbuah. Kini, sangat sulit menemukan kebun lada dipinggir jalan karena kalah bersaing dengan komoditi lainnya, sebut saja buah naga.(vb/rif/yul)

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.