Dinas Pertanian Fokus pada Mekanisme Pertanian

June 2, 2015 by  
Filed under Headline

VIVABORNEO.COM, Peningkatan produksi pertanian di Kalimantan Timur (Kaltim) diyakini dapat dicapai melalui kegiatan mekanisasi pertanian. Mekanisasi pertanian adalah penggunaan alat-alat permesianan dalam memproduksi bahan pangan mulai dari menanam hingga proses pemanenan.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi KAltim, Ir. Ibrahim, MAP sedang mencoba mesin panen padi (rice harvester)

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan  Provinsi Kaltim, Ir. Ibrahim, MAP menjelaskan peningkatan produksi pertanian khususnya tanaman pangan  di Kaltim akan lebih mudah dicapai melalui mekanisasi pertanian.

“Mekanisasi pertanian ini akan menjawab kekurangan tenaga kerja bidang pertanian yang selalu tidak tercukupi,” ujarnya di ruang kerjanya Senin (1/6).

Lanjut Ibrahim, kegiatan mekanisasi pertanian akan ditingkatkan di tahun 2016 sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tenaga kerja pertanian yang masih sedikit dan penyebarannya tidak merata di beberapa kabupaten/kota di Kaltim.

Dengan menggunakan bantuan mesin,  maka tenaga kerja yang dibutuhnya  akan lebih sedikit namun hasil yang didapat akan lebih banyak. Dicontohkan, jika petani menggunakan cangkul dalam membajak sawah, maka dalam sehari akan kalah banyak jika petani menggunakan mesin bajak atau traktor tangan.

Di tahun 2016, lanjut Ibrahim Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kaltim akan fokus pada penyediaan alat-alat permesinan ini untuk menunjang peningkatan hasil pertanian.

Adapun alat-alat pertanian yang akan disiapkan diantaranya adalah traktor tangan (hand tracktor), pompa air, mesin tanam padi, hingga mesin panen padi dan pengolah gabah menjadi beras berkualitas standar premium.

“Kami akan fokus pada pengadaan alat-alat permesinan sebagai jawaban atas kurangnya petani di Kaltim. Diharapkan dengan sistem mekanisasi ini produksi pertanian khususnya tanaman pangan dapat meningkat,” harapnya.(ya)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.