Budidaya Karamba Jaring Apung di Pulau Kecil Terluar

March 29, 2016 by  
Filed under Perikanan

SAMARINDA, VIVABORNEO.COM,  Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) memberikan tugas pembantuan (TP) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Berau untuk membangun keramba jaring apung (KJA) di Kecamatan Maratua.

Dari empat kampung yang ada di Pulau Maratua, terdapat  8 kelompok nelayan yang sudah membudidayakan ikan dalam KJA  secara aktif.  Karena berada disekitar perairan laut, masyarakat pulau Maratua hidup dengan mata pencaharian sebagai nelayan yang juga sebagai pemrbudidaya ikan di karamba jarring apung.

Kabid Budidaya DKP Kabupaten Berau, Tenteram

“Keramba jaring apung yang dilengkapi dengan benih dan pakannya, untuk masyarakat yang telah berbudidaya, khususnya ikan kerapu karena nilai ekonominya tinggi. Nantinya kita akan menambah fasilitasnya,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Yayuk ini menjelaskan, bibit ikan diperoleh dari Kabupaten Situbondo Jawa Timur seharga Rp15.000 – 17.000 per ekor dengan ukuran 7 cm dan masa perkembangan selama 6 bulan.

Sementara untuk pakan, masyarakat lebih banyak mendapat dari alam. “Karena ikan lebih cepat berkembang dengan pakan alami, sementara pakan buatan pabrik selain mahal juga jauh,” katanya.

“Jadi, jika ada hasil tangkapan Kerapu yang masih kecil maka akan dikembangkan terlebih dahulu di dalam keramba hingga sizenya mencapai 600 gram kemudian di ekspor,” jelasnya.

Iika ikan-ikan terkumpul dengan ukuran pasaran, akan ada kapal perusahaan yang loading di beberapa titik untuk mengambil ikan hasil KJA. Kuota minimal mengambil ikan bervariasi, mulai dari 500 kilogram hingga 1 ton dan akan dikirim ke Pulau Jawa, Bali dan Sulawesi.

Ia juga mengakui, terjadi kecenderungan penurunan hasil KJA. Sementara jumlah permintaan pasar untuk Kabupaten Berau dapat mencapai 3 ton per bulan dengan harga Rp70.000/kg untuk ikan Kerapu Hybrid.

“Hal ini bisa karena pengangkapan destruktif sehingga terjadi penurunan kualitas perairan. Data Januari sekitar 1,5 ton yang bisa dipenuhi, maka kita perlu menggalakkan berbudiya ikan, agar masyarakat tidak selalu bergantung dengan alam,” seru Yayuk. (vb/RDG/*)

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.