Kaltim Kejar Cetak Sawah Baru di Sekitar Bendungan

March 29, 2016 by  
Filed under Pertanian

VIVABORNEO.COM, Produksi padi  di Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2015 sebesar 408.782 ton gabah kering giling (GKG) atau turun dari target yang ingin dicapai  sebesar  467.864 ton GKG. Beberapa penyebab utama turunnya produksi beras ini adalah bergesernya waktu tanam karena musim hujan yang tidak kunjung datang,  penurunan luas tanam, luas panen, dan turunnya produktivitas karena adanya puso baik karena banjir maupun kemarau.

Kadis Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kaltim, DR Ibrahim, MP

“Kita masih kekurangan beras sebanyak 120.000 ton  di tahun 2015. Upaya untuk meningkatkan produksi di tahun 2016 adalah dengan mengejar kabupaten yang memiliki sumber-sumber air berupa bendungan. Disitulah kita lakukan pencetakan sawah,”  ucap Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kaltim, DR Ibrahim, MP di ruang kerjanya Kamis, (24/3).

Perlu dimaklumi bahwa pertanian di Kaltim hingga kini umumnya masih mengandalkan sawah tadah hujan. Artinya, musim tanam padi umumnya masih mengharapkan hujan. Tidak seperti pertanian di pulau Jawa, misalnya yang sudah memanfaatkan irigasi  sehingga tidak tergantung dengan air hujan.

Di tahun 2016 hingga 2017, jelas Ibrahim, pihaknya akan terus bekerjasama dengan  instansi terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum bidang Pengairan, Balai Sungai dan Air Wilayah Kalimantan hingga tingkat perencanaan  seperti di Bappeda.

Kerjasama ini untuk mendata kabupaten mana saja yang memiliki sumber air berupa bendungan maupun sungai yang disekitarnya memiliki lahan untuk dapat dilakukan pencetakan  tanaman padi sawah.

Selain itu, Dinas Pertanian Tanaman Pangan juga akan meningkatkan pengadaan alat-alat permesinan pertanian modern untuk memaksimalkan tenaga kerja petani yang sudah ada.

Beberapa kabupaten lumbuna pangan di Kaltim seperti Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Berau dan Penajam Paser Utara (PPU) memiliki bendungan dan sungai  yang disekitarnya memiliki lahan yang cocok untuk budidaya padi sawah ini.

Hamparan pertanian padi sawah di Desa Tajur Kecamatan Long Ikis Kab.Paser dengan potensi lahan seluas 10.000 hektar

“Kita upayakan cetak sawah sebanyak 3.000 hektar di Kukar, Berau dan Penajam Paser Utara.  Untuk itu kita sudah siap bekerjasama dengan TNI Zeni Tempur yang memiliki kemampuan tenaga dan peralatan,” tegasnya.

Ibrahim berharap, dengan berbagai upaya ini akan dapat meningkatkan produksi gabah dan menutupi kekurangan produksi karena musim kemarau yang panjang di Kaltim.

Hingga bulan Maret 2016, hujan belum juga kunjung turun secara merata dan mencukupi untuk penanaman padi secara serentak. Namun, awal turunnya hujan ini diharapkan dapat mempersiapkan petani untuk segera mengolah sawah dan mengawali musim tanam.

“Pergeseran musim tanam dan turunnya produksi ini akan kita kejar dengan pencetakan sawah-sawah baru. Kita berharap produksi padi di Kaltim dapat meningkat seiring dengan turunnya hujan,” harap Ibrahim.(vb/yul)

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.