Disbun Lanjutkan SLPHT bagi Petani Lada dan Karet

April 1, 2016 by  
Filed under Perkebunan

SAMARINDA РDinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim)  melalui Bidang Perlindungan kembali melaksanakan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) lanjutan untuk petani lada dan karet di kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, yang dibuka secara resmi Selasa (29/03).Kepala Disbun Kaltim, diwakili Kepala Bidang Perlindungan, Henny Herdiyanto, dalam sambutannya mengatakan SL-PHT merupakan wadah belajar dengan metode belajar secara partisipatif, dimana kegiatan difokuskan pada teknik budidaya, pengamatan dan pengendalian hama penyakit, kelembagaan, pengolahan hasil hingga pemasaran produk olahan.

“Penurunan produksi komoditi perkebunan, khususnya lada dan karet diantaranya diakibatkan adanya gangguan organisme pengganggu yang hingga kini masih menghantui petani pekebun. Bahkan upaya pengendaliannya pun sangat sulit,” ungkap Henny.

SL-PHT, lanjutnya, sangat bermanfaat bagi petani dimana kemampuan peserta diasah dalam melakukan identifikasi dikebunnya sendiri, termasuk dalam upaya pengendalian hama dan penyakit yang berwawasan lingkungan. Dengan demikian, hasil yang diperoleh pun meningkat dibandingkan dengan sebelum mengikuti pelatihan ini.

“Petani bisa menjadi dokter dikebunnya sendiri dari serangan hama yang lebih menitikberatkan pada perawatan kebun yang ramah lingkungan, diantaranya dengan cara pengendalian hama dan penyakit tanpa menggunakan pestisida kimiawi. Contohnya Trichoderma (APH),” urainya.

Diterangkan, pelatihan ini merupakan SL-PHT lanjutan dari tahun sebelumnya dan berlangsung selama 8 kali pertemuan, terdiri dari SL-PHT lanjutan komoditas lada diikuti 25 orang peserta dari kelompok tani Sri Rejeki B di Argomulyo (Desa Semoi 1) dan SL-PHT lanjutan komoditas karet diikuti 25 orang peserta dari kelompok tani Gemah Ripah di Desa Semoi 2. (rey/disbun)

 


Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.