Persoalan Air jadi Fokus Peda KTNA IX 2016

May 10, 2016 by  
Filed under Headline

VIVABORNEO.COM,  Persoalan mendasar yang kini dihadapi oleh petani di Kalimatan Timur pada umumnya dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) adalah ketersediaan air untuk pertanian padi sawah.

Persoalan ini yang harus mendapat prioritas dari seluruh peserta Pekan Daerah Kontak Tani dan Nelayan Andalan (Peda KTNA) IX yang berlangsung di Kabupaten Penajam Paser Utara 10-14 Mei 2016.

Bupati PPU Yusran Aspar (kiri) saat memberikan sambutan pada Rembug Utama Peda KTNA IX di Kab.PPU

“Kalau mau dibilang Kaltim itu dianaktirikan (oleh Pemerintah Pusat) yah beginilah kenyataannya. Sumber-sumber air di Jawa begitu melimpah dan dibuatkan bendungan dan irigasi tetapi di Kaltim sangat minim bendungan,” ujar Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar saat membuka Rembug Utama Peda KTNA di Kantor Bupati PPU, Senin sore (9/5).

Dijelaskan Yusran, Kabupaten PPU merupakan satu lumbung padi di Kaltim namun tahun 2016 ini karena ketersediaan air yang kurang akibat kemarau panjang, menyebabkan banyak padi petani mengalami puso dan kekeringan yang berujung pada menurunnya produksi.

Untuk mengatasi kekeringan di masa mendatang Bupati Yusran akan memanfaatkan air dari Sungai Longkali dan Telake yang melintasi Kabupaten Paser dan  Kabupaten PPU.

Dikatakan bupati, Bendung Telake dan Sungai Longkali di Paser mampu mengairi  Kecamatan Babulu dan sekitarnya setiap tahun. Kondisi ini  mampu mengairi 18.000-an  hektar areal persawahan milik petani di dua kabupaten.

“Dari Sungai Telake akan mampu mengairi 13.000 hektar sawah di Kabupaten PPU dan 5 ribu hektar di Kabupaten Paser. Kalau setahun dua kali panen, maka kita yakin  defisit kekurangan beras di Kaltim yang sebesar 112.000 ton akan mampu teratasi,” ucapnya.

Menurut Yusransyah, diperlukan komitmen pemerintah baik pusat, provinsi maupun kabupaten untuk sama-sama mewujudkan ketersediaan air bagi pertanian khususnya pertanian padi sawah.

Selama ini, ujarnya bantuan peralatan permesianan kepada petani sudah cukup banyak. Misalnya saja bantuan tracktor tangan, mesin panen padi, mesian tanam hingga jalan usaha tani dan bantuan irigasi.

Bupati berharap dalam Peda KTNA ini dapat memberikan peningkatan pendapatan ekonomi bagi petani melalui pemecahan masalah-masalah yang dihadapi oleh peserta Peda KTNA di seluruh Kaltim saat ini

“Tolong petani jangan terlalu manja dengan pemerintah. Jangan selalu berharap dengan bantuan dari pemerintah. Petani harus  mampu mewujudkan sendiri kesejahteraan dirinya,” tegas Yusran Aspar. (vb/yul)


Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.