Memanen Air yang Berlimpah untuk Pertanian

May 10, 2016 by  
Filed under Artikel

VIVABORNEO.COM, Banyak sungai di Kalimantan Timur tetapi air yang mengalir di sungai-sungai tersebut hanya lewat begitu saja mengalir ke laut. Berbeda dengan sungai-sungai di Pulau Jawa yang telah dimanfaatkan untuk irigasi pertanian melalui pembangunan bendungan-bendungan.

Ketua KTNA Kaltim, Harmanto (kiri) didampingi Bupati dan Wakil Bupati PPU saat pembukaan Rembug Utama, Senin (9/5)

“Kita harus pandai memenejemen air yang dimiliki oleh sungai-sungai di Kaltim agar dapat dimanfaatan untuk pertanian,” tegas Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kaltm, Harmanto usai pembukaan Rembug Utama Peda KTNA IX di Kantor DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Senin (9/5).

Menurut Harmanto, harusnya pemerintah pusat dapat memberikan subsidi air bagi petani seperti halnya kebijakan pemberian subsidi pupuk bagi petani. Karena, untuk mendapatkan air, tidak jarang petani harus mengeluarkan dana produksi yang tidak sedikit.

Persoalan air menurut Harmanto adalah persoalan global. Jika persoalan air di Kaltim dapat teratasi maka pertanian di Kaltim dapat dilakukan 2-3 kali dalam setahun. Selama ini pertanian padi di Kaltm hanya  mengandalkan sawah tadah hujan dengan masa tanam sekali setahun.

“Jika tidak ada upaya untuk memberikan subsidi air bagi petani dengan cara membangun bendungan dan saluran irigasi tersier, maka pertanian dan produksi padi kita akan terus tertinggal dari tingkat konsumsi,” jelas Harmanto.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Paser untuk pengleolaan air Sungai Telake yang melalui dua kabupaten tersebut guna dimanfaatkan untuk mengairi pertanian mereka.

Nantinya,  Bendung Telake ini mampu mengairi 13.000 hektar sawah di Kabupaten PPU dan 5000 hektar sawah di Kabupaten Paser. Dengan 18.000 hektar sawah ini diharapkan akan dapat memproduksi 2.000 ton beras.

“Apabila Bendung Telake ini dapat terwujud mengariri 18 ribu hektar maka deficit kekurangan beras di Kaltim dengan jumlah 112 ribu ton akan dapatdipenuhi dengan catatan kami dapat melakukan penanaman dua kali se tahun,” harap Bupati PPU Yusran Aspar.(vb/yul)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.