Kementerian Pertanian Janji Dukung Bendung Telake

May 11, 2016 by  
Filed under Inovasi

VIVABORNEO.COM,  Upaya Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser untuk meningkatkan produksi pertanian padi sawah dengan mengupayakan pengelolaan air dari Sungai Long Kali, sangat didukung oleh Kementerian Pertanian.

Demikian janji Kepala Bidang Pelatihan dan Penyuluhan  SDM Kementerian Pertanian, Fathan A Rasyid yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang berhalangan hadir di Kaltim.“Rencana pembangunan bendungan Telake oleh Pemkab Penajam Paser Utara wajib kita kawal berama. Saya berjanji akan menindaklanjuti rencana ini hingga ke Menteri Pertanian,” ujar Fathan disela-sela sambutannya dalam Peda KTNA IX di Kabupaten PPU, Rabu (11/5).

Menurutnya, Kaltim yang kaya akan sumber air berupa sungai-sungai besar sudah saatnya memanfaatkan dengan membangun bendungan dan saran irigasi yang mapan.

Nantinya, kabupaten-kabupaten merupakan lumbung padi di Kaltim, harus memiliki bendungan dan saluran irigasi yang dapat menjang sawah-sawah petani yang terjauh sekalipun.

Dalam rencana tata ruang wilayah Kabupaten PPU, Bupati Yusran Aspar dihadapan undangan menjelaskan bahwa dengan terbangunnnya bendung Telake, maka kekurangan beras yang dialami oleh Kaltim akan dapat teratasi.

“Kendala kita hanya air. Apalagi jika musim kemarau maka tidak dapat tanam. Padahal eksisting kita mampu 6 ton gabah kering giling per tahunnya,” tegas Yusran Aspar.

Diterangkan Yusran Aspar, jika bending Telake terbangun, maka dalam setahun  sekali tanam (IP 10) akan mampu menghasilkan 14.000 x 5,1 ton atau sama dengan  71.400 ton Gabah Kering Giling (GKG). Jika dua kali tanam akan dihasilkan 142.800 ton GKB dan jika mampu tanam setahun 3 kali maka akan dihasilkan 224.400 ton GKG.

Potensi Bendung Telake nantinya adalah saluran irigasi primer sampai dengan tahun 2015 sepanjang 86.983 meter, saluran irigasi sekunder sampai dengan 2015 sepanjang 75.981 meter dan saluran irigasi tersier sampai dengan tahun 2015 sepanjang 480.517 meter.

“Untuk pembangunan ferro cement sepanjang 12.800 meter. Total pipanisasi sepanjang 7,07 kilometer dan dana yang dibutuhkan sebanyak Rp7,9 miliar,” ucap Yusran Aspar.(vb/yul)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.