Kaltim Kejar Swasembada Pangan melalui Perbaikan Pengairan

May 12, 2016 by  
Filed under Headline

VIVABORNEO.COM,  – Tamu dan rombongan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) IX Kaltim 2016 yang terdiri dari Kepala Penyuluhan dan Pelatihan SDM Kementerian Pertanian, Fathan A Rasyid, Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faysal HP, Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar dan sejumlah undangan menyaksikan panen raya di Desa Gunung Mulia Kecamatan Babulu Penajam Paser Utara (PPU), Rabu (11/5)Wagub HM Mukmin Faisyal HP mengataka kegiatan pertanian tanaman pangan di PPU sebagai lumbung padi Kaltim patut diapresiasi dan dukungan pemerintah untuk keberlanjutan daalam pengembangannya.

“Pengembangan pertanian di daerah ini (PPU) sangat besar dan Pemprov sangat mengapresiasi. Kita ingin kegiatan ini terus berlanjut dan saya optimis swasembada pangan Kaltim dapat diwujudkan,” ujarnya disela menyaksikan panen dan pola tanam padi sawah di Desa Mulia, Rabu (11/5).

Kegiatan pengembangan pertanian lanjutnya, masih terkendala ketersediaan air dan tatakelola pengairan yang belum dilakukan secara optimal. Misalnya, saat ini potensi lahan pertanian tanaman pangan Kaltim terdapat seluas 412.095 hektar (ha) dengan luasan areal fungsional telah tersedia sebesar 166 ribu ha. Namun tergarap sebagai yang dapat ditanami sekitar 69.830 ha.

Wagub menjelaskan, sarana pengairan Kaltim masih banyak mengandalkan sawah tadah hujan sekitar 59.661  ha serta semi teknis dan pengairan teknis yang dapat mendukung peningkatan intensitas penanaman baru sekitar 13.052 ha.

Berdasarkan data Badan Wilayah Sungai Kalimantan dan Pengairan PU Kaltim bahwa potensi pengairan yang telah dibangun seluas 53.110 ha.Namun, baru dimanfaatkan seluas 17.763 ha atau sekitar 33,5 persen. Selain itu, data diperoleh bahwa luas lahan tanam sekitar 69.830 ha yang ada pengairannya baru mencapai 14.985 ha atau 21,46persen.

Sementara itu Kepala Pusat Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian Fathan Rasyid mengemukakan pemerintah terus berupaya meningkatkan dukungan terhadap kegiatan pertanian.

“Anggaran pertanian yang tahun 2014 hanya sekitar Rp16 triliun maka tahun ini ditingkatkan sampai Rp31 triliun. Dana untuk pengembangan sarana dan prasarana serta infrastruktur pertanian juga mengadaan alat mesin pertanian dan peningkatan kemampuan pelaku utama,” ujarFathan Rasyid.(vb/yul)

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.