Kaltim harus Masuki Pertanian Berbasis Mekanisasi

May 24, 2016 by  
Filed under Headline

SAMARINDA – Mewujudkan pertanian khususnya pertanian tanaman pangan berbasis mekanisasai atau permesinan, ditegaskan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan (PTP) Kaltim, Dr. Ibrahim harus didukung oleh seluruh petani.

“Tidak ada alasan bagi petani untuk tidak mewujudkan pertanian berbasis mekanisas. Mewujudkannya bukan perkara sulit, karena semua alat mesin pertanian (Alsintan) yang dibutuhkan petani untuk pengembangan pertanian berbasis mekanisasi sudah tersedia di Kaltim,” ujar Ibrahim.Sebagai contoh, jika sejauh ini petani masih menggunakan Alsintan berupa handtractor, secara bertahap terus meningkat menjadi menggunakan alat mesin tanam, hingga alat mesin tanam  dan alat mesin penen.

Pertanian berbasis mekanisasi harus dilakukan karena kondisinya jumlah petani setiap tahun cenderung menurun. Petani masih didominasi petani tua tanpa ada regenerasi petani muda.

Karenanya pemanfaatan Alsintan secara optimal diharap membantu pengembangan usaha pertanian. Memaksimalkan peran petani muda, didukung masyarakat lulusan sekolah pertanian yang kembali ke daerah.

Menurut Ibrahim, tidak semua lulusan sekolah pertanian melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. Sebagian diantaranya kembali ke daerah. Mereka inilah yang akan diajak jadi petani muda dan tidak priortas jadi pegawai, apalagi pegawai negeri sipil.

Sekarang sudah mulai berkembang alat mesin pasca panen yang sudah dilengkapi pengering padi. Tahun 2015 lalu Dinas Pertanian Tanaman Pangan sudah mendukung penggilingan padi yang sudah dilengkapi alat pengering padi. Ini sangat membantu petani. Sehingga, padi tidak perlu lagi dijemur dengan cara dihampar dan bergantung matahari.

“Sekarang sudah kita siapkan alat-alat mesin pertanian modern. Semua alsintan yang dibutuhkan untuk mengganti tenaga petani mengembangkan pertanian sudah tersedia,” kata Ibrahim, di Samarinda, Selasa (24/5).(vb/rif)

 


Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.