Petani Kakao Dilatih Menggunakan Alsintan untuk Tingkatkan Produksi

May 25, 2016 by  
Filed under Perkebunan

SAMARINDA - Dinas Perkebunan (Disbun) Kalimantan Timur menggelar Pelatihan Budidaya Tanaman dan Penggunaan Alat dan Mesin Perkebunan (Alsinbun) coklat atau kakao yang diikuti sebanyak 60 orang petani kakao di Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau dan Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur.Kepala Disbun Kaltim diwakili oleh Kepala Bidang Produksi, H. Sukardi mengatakan produksi dan produktivitas komoditi kakao di Kaltim masih rendah. Hal ini disebabkan minimnya pengetahuan petani mengenai budidaya tanaman dan penggunaan alsinbun kakao yang benar dan baik sehingga perlu adanya upaya peningkatan produksi dan produktivitas, diantaranya melalui pelatihan ini.

”Kami berharap melalui pelatihan ini, petani kakao mampu dalam melakukan budidaya kakao yang benar dan baik sehingga selain meningkatkan produksi dan produktivitas kakaonya, juga mampu meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani kakao itu sendiri,” paparnya Rabu (25/5).

Dijelaskan, dalam pelatihan ini lebih ditekankan pada pentingnya teknik budidaya dan penggunaan alsinbun kakao untuk membuat pupuk kompos dengan menggunakan limbah kulit buah kakao yang tersedia di kebun – kebun petani sehingga dapat membantu meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman kakao.

Selama ini, limbah kulit buah kakao hanya dibuang karena petani menganggapnya sampah. Melalui pelatihan ini diharapkan petani dapat memanfaatkan limbah kakao ini untuk meningkatkan kesuburan tanah untuk pertumbuhan pohon kakao.

Pelatihan ini dibimbing oleh Fitria Yuliasmara, SP dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Jember dan Farid Rakhmad Abadi dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kaltim.

Ditambahkan, hingga tahun 2015 luas areal komoditi kakao mencapai 8.197 hektar yang tersebar hampir di seluruh wilayah Kaltim dengan produksi sebesar 3.948 ton biji kakao. Sedangkan tenaga kerja yang terlibat sebanyak 6.992 KK. (vb/yul/rey/disbun)

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.