Disnak Siapkan 6,6 Juta Ekor Ayam Potong sambut Idul Adha

August 23, 2016 by  
Filed under Headline

SAMARINDA – Menyambut Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurbann tahun 2016, Dinas Peternakan telah mengantisipasi kebutuhan daging ayam potong dengan jumlah 6,6 juta ekor untuk memenuhi konsumsi seluruh masyarakat Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala Dinas Peternakan Kaltim, Dadang Sudarya mengatakan telah menyiapkan  6.592.690 ekor ayam atau lebih dari  6,5 juta ekor untuk kebutuhan 10 kabupaten dan kota di Kaltim.“Kami telah menyiapkan stok ayam hingga 6,5 juta ekor dari kebutuhan sebesar 6,3 juta. Sehingga ada kelebihan stok sekitar 200 ribu ekor untuk memenuhi kebutuhan hari raya kurban tahun ini,” ujar Dadang Sudarya, di ruang kerjanya, Selasa (23/8).

Menurutnya, kebutuhan masyarakat menghadapi Hari Haya Idul Adha tahun ini diperkirakan cukup, karenanya, Disnak Kaltim melakukan langkah antisipasi dengan menyiapkan stok  berlebih sebagai antisipasi kelebihan konsumsi masyarakat.

Drinyia menjelaskan saat memasuki bulan Juli saat Ramadhan dan Idul Fitri lalu, kebutuhan warga naik signifikan mencapai 5,6 juta ekor ayam atau setara 6.285 ton daging ayam.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, Disnak dengan peternak dan pedagang ayam ras atau ayam potong menyediakan stok mencapai 5,8 juta ekor atau kelebihan stok 196.960 ekor.

Dia menambahkan hari-hari biasa kebutuhan warga sekitar 3 ribu ton per bulan. Namun pada hari-hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha  bisa mencapai di atas 6 ribu ton daging ayam.

Sementara menghadapi Natal dan tahun baru, stok ayam yang disiapkan mencapai 3,1 juta dari kebutuhan sekitar 3 juta ekor atau setara 3.391 ton daging ayam.

“Tahun ini kita perkiraan  untuk keseluruhan kebutuhan ayam potong mencapai 38,8 juta ekor dan kami persiapkan sebanyak 40,1 juta ekor, sehingga dipastikan tidak ada kekurangan,” harap Dadang Sudarya.(vb/mas)

 

 

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.