August 24, 2016 by  
Filed under Headline

SAMARINDA – VIVABORNEO.COM, Permasalahan utama dalam pencapaian swasembada padi di Provinsi Kalimantan Timur adalah keterbatasan irigasi dan pengairan, infrastruktur pendukung dan indeks pertanaman yang masih rendah.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim  DR Ibrahim  pada acara Rembuk Etam dengan tema “Menambang Padi, Memanen Emas” di Sekolah Menengah Kejuruan Sekolah Pertanian Pembangunan Negeri Sempaja Samarinda, Rabu (24/8).Menurutnya, pihaknya telah berupaya keras dalam mewujudkan swasembada padi ini dengan berbagai cara,diantaranya melalui bantuan bibit padi, penyediaan pupuk bersubsidi dan peningkatan kemampuan petani.

“Jadi masalah yang paling utama adalah ketersediaan air. Bagaimana mengalirkan air sungai ke sawah-sawah. Kita air melimpah tetapi tidak termanfaatkan,” tegasnya.

Dijelaskan Ibrahm, saat ini produksi Gabah Kering Giling di Kaltim sebanyak 408.000 ton atau setara dengan 261.000 ton beras. Potensi lahan seluas 387.000 hektar namun hanya 126.000 hektar saja yang teraliri air dari irigasi, sedangkan sisanya adalah sawah tadah hujan.

Hingga saat ini terdapat  tiga kabupaten di Kaltim yang memiliki produksi padi tinggi bahkan surplus yakni Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Kartanegara (Kukar) dan Berau.

Kedepan, Ibrahim berharap pertanian di Kaltim dapat memanfaatkan teknologi permesinan melalui istilah yang disebut mekanisasi pertanian. Jadi seluruh proses produksi padi mulai tanam hingga panen menggunakan alat [ermesinan  modern.

Selain itu, lanjutnya, pertanian di Kaltim harus memulai sistem  on farm dan out farm dimana petani hanya memiliki tugas menanam padi saja. Sedangkan masalah panen, pemasaran dan lainnya adalah tugas instansi atau lainnya, misalnya saja Bulog, koperasi dan lain-lain.

“Jadi jika pertanian di Kaltim ini mau maju, maka irigasi atau pengairan harus lancar.  Jangan sampai air sungai kita yang  melimpah  hanya mengalir begitu saja ke laut tanpa termanfaatkan untuk pertanian khususnya tanaman pangan,” ujarnya.(vb/yul)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.