Pemprov Kaltim Alokasikan Rp352 Miliar Bangun Bendungan

August 26, 2016 by  
Filed under Headline

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim)  terus menggnjot produksi padi dengan membangun beberapa bendungan sebagai  sarana irigasi bagi sawah-sawah yang selama ini hanya tadah hujan.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kaltim telah menyiapkan alokasi dana sebesar Rp352 miliar untuk pembangunan bendungan di enam daerah sentra padi di Kaltim.Kepala DPU Kaltim Taufik Fauzi menyebutkan ada enam daerah irigasi yaitu di Biatan, Semurut, Labanan, Marancang di Berau, Kaliorang Kutai Timur, Marangkayu di Kutai Kartanegara serta bendungan Telake di Paser dan PPU.

“Sedangkan, bendungan Selangkau dan Sungai Bulu masih dalam proses perencanaan. Ditargetkan pada 2018 semua dapat digunakan” ujar Taufik Fauzi saat presentasi dalam acara dengan tema “Menambang Padi, Memanen Emas” yang berlangsung di aula SPMA, Samarinda, Rabu (24/8).

Taufiq menjelaskan daerah irigasi Berau masing-masing Marancang potensi mengairi sawah seluas 1.200 ha, Labanan potensi  1.050 ha dan Semurut 1.000 ha serta Biatan sekitar 1.800 ha.

Sedangkan untuk daerah irigasi Kaliorang Kutai Timur berpotensi mengairi sawah seluas 1.300 ha dan Marangkayu Kutai Kartanegara seluas 1.500 ha.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim,   Ibrahim menjelaskan Indeks pertanaman Kaltim khususnya tanaman padi sawah belum mencapai dua atau masih rendah karena berada pada kisaran 1,3 – 1,4.

Dijelaskan, kondisi persawahan di Kaltim sebanyak 21.000 ha masih melakukan penanaman sebanyak satu kali setahun. Sementara hanya 14.000 ha yang terliri irigasi dari 73.000 luas tanam yang ada di Kaltim.

“Kami terus berupaya menaikkan indeks pertanaman padi kita yang dinilai masih rendah atau belum mencapai dua,” tegasnya.(vb/mas/yul)

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.