Kandungan Minyak Kelapa Sawit Petani Plasma Diuji Berkala

September 18, 2016 by  
Filed under Headline

SAMARINDA, VIVABORNEO.COM,  Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim)  akan melakukan pengujian terhadap kandungan minyak atau rendemen buah kelapa sawit yang dihasilkan oleh petani plasma. Saat ini terdapat ribuan hektar kebun kelapa sawit plasma  pada beberapa perusahaan perkebunan yang tersebar di empat kabupaten se-Kaltim.Hasil pengujian ini nantinya akan dijadikan sebagai faktor penentu harga tandan buah segar (TBS) sawit di seluruh Kaltim.

Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, diwakili Kepala Bidang Usaha, H. Mohd. Yusuf mengatakan kajian rendemen TBS petani akan dilaksanakan setiap tiga tahun sekali, dan hasilnya akan ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Kaltim.

“Setelah hasilnya ditetapkan melalui Keputusan Gubernur, maka angka rendemen ini bisa digunakan dalam penentuan harga TBS setiap bulannya,” jelasnya.

Menurut Yusuf, uji rendemen TBS ini merupakan kerjasama Disbun Kaltim dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan dengan mengambil sampel pada  kebun plasma mitra di 13 perusahaan perkebunan dan beberapa kebun swadaya masyarakat.

Adapun perusahaan perkebunan yang akan menjadi sampel diantaranya di Kabupaten Kutai Kartanegara, terdiri dari PT Tri Tunggal Sentra Buana di kecamatan Muara Badak, PT Jaya Mandiri Sukses di kecamatan Muara Muntai dan PT Sawit Kaltim Lestari di Kecamatan Muara Kaman.

Sementara itu, kebun swadaya milik masyarakat di Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara turut menjadi sampel dalam pengujian rendemen ini.

Di Kabupaten Kutai Timur terdiri dari PT Gunta Samba di Kecamatan Kaubun, PT Telen Prima Sawit di Kecamatan Muara Bengkal, PT Karyanusa Eka Daya di Kecamatan Telen dan PT Tapian Nadenggan di Kecamatan Muara Wahau.

Kemudian, Kabupaten Paser terdiri dari PT Perkebunan Nusantara XIII di Kecamatan Long Ikis dan Kuaro, PT Pucuk Jaya di Kecamatan Batu Engau serta PT Gawi Makmur Kalimantan di Kecamatan Long Kali.

Sedangkan Kabupaten Berau, lanjutnya, terdiri dari PT Tanjung Buyu Perkasa di Kecamatan Batu Putih dan Talisayan, PT Hutan Hijau Mas di Kecamatan Segah serta PT Yudha Wahana Abadi di Kecamatan Kelay.

Yusuf menambahkan, penentu tinggi rendahnya rendemen TBS dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti varietas, pemeliharaan dan lingkungan. Hasil pengujian rendemen tiga tahun lalu menunjukkan bahwa kebun-kebun masyarakat memiliki angka yang relatif lebih tinggi daripada kebun-kebun serupa di provinsi lain di pulau Kalimantan.

“Hal tersebut terjadi karena penggunaan bahan tanam atau bibit yang sudah bagus dan pemeliharaan yang optimal. Semoga hasil pengujian nanti diperoleh nilai rendemen yang lebih baik,” harap Yusuf. (vb/rey)

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.