Disbun Kaltim Miliki Kebun Benih Lada Unggul Nasional

October 8, 2016 by  
Filed under Perkebunan

VIVABORNEO.COM, Provinsi Kalimantan Timur kini memiliki  kebun induk dan pohon induk lada varietas Malonan 1 sebagai lada unggulan dari Kaltim.  Lahan milik Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim yang terletak di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara ditetapkan melalui Menteri Pertanian RI Nomor 52/Kpts/KB.020/8/2016 tanggal 31 Agustus 2016.Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbun Kaltim, Ujang Rachmad berharap dengan dikembangkannya varietas Malonan 1, minat petani menanam lada kembali bangkit.

“Lada varietas Malonan 1, dari populasi varietas unggul tersebut memenuhi persyaratan sebagai benih sumber dan sumber benih yang mampu memproduksi benih unggul tanaman lada secara teratur dan berkesinambungan sesuai standar teknis nasional,” ujar Ujang saat menyerahkan Keputusan Menteri tersebut kepada Kepala UTPD Teknologi Terapan Perkebunan, Hj. Siti Rahmi, Selasa (04/10/2016).

Untuk menjamin keberlangsungan produksi dan mutu benih unggul lada yang dihasilkan, lanjutnya, setiap satu tahun sekali akan dilakukan evaluasi terhadap kelayakan kebun sumber benih secara berkala oleh UPTD Pengawasan Benih Perkebunan bekerjasama dengan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan.

Selain itu, Disbun Kaltim juga bekerjasama dengan pihak Direktorat Jenderal Perkebunan, Balai penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Bogor, Balai Besar Perbenihan dan Proteksi tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan melakukan penilaian dan pemurnian terhadap kebun induk lada seluas 2,23 Ha dengan populasi 3.200 pohon.

Dengan dilakukannya evaluasi kelayakan kebun sumber benih secara berkala tersebut, maka ketersediaan benih unggul lada Malonan 1 akan terpenuhi sehingga untuk mengembalikan kejayaan lada di Kaltim semakin terwujud,” tegas Ujang Rachmad (vb/rey/*)

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.