BPPD Kaltim Ajak Masyarakat Mahulu Optimalkan Pekarangan

November 14, 2016 by  
Filed under Artikel

LONG BAGUN – Peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan utama dalam menunjang suksesnya pembangunan antara lain dengan memanfaatkan tanah-tanah pekarangan secara intensif.

Badan Pembangunan Perbatasan Daerah (BPPD) Kalimantan Timur berupaya melakukan pendekatan terpadu berbagai jenis tanaman sehingga akan menjamin ketersediaan bahan pangan yang beranekaragam secara terus menerus, guna pemenuhan gizi keluarga.Kepala BPPD Kaltim,  Frederik Bid melalui Kabid Pembinaan Ekonomi dan Dunia Usaha Husaini menuturkan, banyak masyarakat yang belum memanfaatkan potensi tanah pekarangannya.

“Banyak pekarangan masyarakat yang menjadi lahan kosong saja. Meski masyarakat Mahakam Ulu memiliki ladang tetapi letaknya jauh dari permukiman,” katanya saat menyaksikan panen tanaman pada Demplot Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) di Kampung Long Bagun, Kamis (4/10).

Husaini melanjutkan, melaksanakan keinginan Pj Bupati Mahulu tahun 2015 yang dijabat oleh Frederik Bid kala itu, agar pasar-pasar di Kampung Ujoh Bilang sebagai ibukota kabupaten dapat memenuhi kebutuhan pangan untuk masyarakat setempat. Sementara demplot M-KRPL tersebut dibangun sejak Mei lalu dan saat ini telah menghasilkan 2 periode panen

“Maka negara pun memang harus hadir membangun wajah Indonesia. Semoga stimulan yang kami berikan dapat disambut baik oleh masyarakat dan Pemkab Mahulu serta dapat diimplementasikan oleh masyarakat lainnya,” imbuh Husaini.

Secara terpisah, Kasi Ketahanan Pangan Dinas Peranian dan Kehutanan (Distanhut)  Mahulu Petrus Ngo menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan BPPD Kaltim.

“Pemanfataan lahan pekarangan sangat membantu dari sisi pemenuhan ketahanan pangan. Selain membantu pemenuhan gizi, jika hasil panennya berlebih maka akan memberikan tambahan penghasilan atau minimal mengurangi biaya belanja dapur,” katanya. (vb/rdg//*)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.