Carbon Found Janjikan U$ 5/ Ton Oksigen dari Hutan Kaltim

November 14, 2016 by  
Filed under Headline

VIVABORNEO.COM, Hari ini, perwakilan Provinsi Kalimantan Timur berbicara di “Forum Internasional Perubahan Iklim dan Penurunan Emisi” yang berlangsung di Marakesh, Maroko, sejak 12-19 November 2016.

Ketua Harian Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kaltim, Daddy Ruhiyat menjelaskan bahwa keuntungan secara nominal ketika Kaltim mampu menurunkan gas emisi dan menghasilkan oksigen dari pohon-pohon yang berasal dari hutan Kaltim, sangatlah besar.“Dari sisi rupiah, pembicaraan terakhir hingga saat ini jika Kaltim berhasil menghasilkan karbon adalah sebesar 5 US dollar per ton. Jadi tinggal dikalkulasi saja berapa karbon yang mampu dikasilkan oleh Kaltim dari tahun 2018 hingga tahun 2024,” jelasnya sebelum bertolak ke Maroko, Rabu (2/11/2016).

Menurut Daddy, namun ada juga yang  lebih besar yang musti kita lihat selain nilai rupiah dari program ini yaitu nilai tambah dari sumber daya  hutan Kaltim yang akan bertambah baik dan meningkat fungsinya. Nilai ini akan lebih besar nilainya daripada nilai rupiah yang akan didapat kelak.

Daddy Ruhiyat menjelaskan besaran penurunan emisi yang ditargetkan untuk Indonesia setidak-tidaknya adalah 29 persen hingga tahun 2030 dan bisa mencapai 41 persen manakala ditopang juga oleh negara-negara lain di seluruh dunia.

Tentu saja program Carbon Found tidak semuanya dapat dijual ke dunia internasional karena Kaltim juga harus memenuhi kewajiban dari kebijakan nasional. Kaltim juga mengeluarkan kewajiban sebagai provinsi dalam NKRI kontribusi agar target  29 persen dapat tercapai. “Sisanya baru Kaltim dapat klaim berapa jumgah carbon yang dapat dihasilkan melalui program Carbon Found ini,” tegasnya.

Kalau berdasarkan carbon found tentu saja yang menjadi ukuran adalah berapa ton karbon yang dapat Kaltim  tambat atau amankan dari gangguan deforestasi dan degradasi hutan.

Hitung-hitungan kita, ujar Daddy  yang terakhir ini sampai dengan 3 juta ton tapi kalau untuk emisi ini belum dapat dihitung melalui carbon found.

Sampai sekarang yang dikalkulasi oleh Bappeda Kaltim sampai tahun 2018 pada angka 19 persen yaitu dari 1,517 juta ton/setiap satu juta US dollar  PDB,  menjadi 1,250 juta ton setara karbon dioksida per penerimaan 1 juta US dollar  PDB.

“Dan kalau dihitung (besarannya) 19 persen kira-kira target penurunan emisi hingga tahun 2018. Tetapi berdasarkan laporan Badan Lingkungan Hidup sebagai salah satu yang dituntuk secara nasional, pengurangan emisi setiap provinsi, Kaltim sudah mampu menurunkan sebesar 23 persen,” ucap Daddy.

Kita berharap, pembicaraan dari forum di Maroko nantinya akan dapat memberikan dampak selaras antara penerimaan rupiah dengan kelestarian hutan Indonesia secara umum dan hutan di Kaltim secara khusus.(vb/yul)


Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.