Ketika Karamba Ikan Pindah ke Kolam Eks Tambang

December 15, 2016 by  
Filed under Headline

Vivaborneo.com, Kisah sukses oleh sekelompok pemuda Sanga Sanga, yang berhimpun dalam Kelompok Usaha bersama Karamba Karang Raruna Sarijaya Kelurahan Sarijaya Kecamatan Sanga Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, telah berlalu.

Beberapa tahun lalu, dalam mengembangkan budidaya karamba ikan Nila sungai kini tinggal kenangan. Namun nelayan karamba tidak tinggal diam, mereka ‘banting setir’ dengan membudidayakan karamba ikan Nila ke dalam kolam bekas tambang batu bara.Sejak tahun 2011 – 2015 KUB Karamba Karang Taruna dengan dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR),  PT Pertamina EP Sanga Sanga melaksanakan program budidaya ikan Nila dalam karamba di Sungai Sanga Sanga.

Dengan 30 kotak karamba, rata-rata perorang anggota mampu menghasilkan 100 kg ikan Nila per bulannya, artinya tiap individu dari petani karamba setiap tiga  atau lima  hari melakukan panen ikan Nila.

“Saat itu ikan Nila hasil panen dijual ke pasar Sanga-Sanga. Bibit ikan yang dibesarkan diperkirakan akan panen dalam waktu tiga bulan. Ukuran ikan Nila yang dijual ke pasar dengan ukuran sekitar 4-5 ekor setiap kilonya. Omsetnya per panen mencapai Rp3,2 juta,” ujar Asrani Bendahara KUB Karamba Karang Taruna Sarijaya saat menerima kunjungan sejumlah wartawan program workshop kunjungan jurnalistik Pertamina EP Asset 5, Rabu (7/12).

Namun sejak tahun 2015 hingga kini, kisah sukses  KUB Karamba Karang Taruna Sarijaya dalam memproduksi ikan Nila hanyalah menjadi kisah masa lalu. Saat ini KUB Karamba Karang Taruna Sarijaya tidak lagi memproduksi ikan Nila bahkan kotak Karamba nya pun kini sudah tidak terlihat di tepi sungai Sanga Sanga,  anak Sungai Mahakam.

Usaha ini sejak tahun 2014 mulai mendapat masalah mulai dari kematian ikan dalam keramba yang jumlahnya 20-30 ribu ekor. Dugaan mereka, air sungai Sanga-Sanga tercemar, oleh aktifitas perusahaan pertambangan batu bara.

Kejadian ini tentu menimbulkan rasa frustasi di kalangan pemuda Karang Taruna Sarijaya  dan banyak anggota KUB Keramba Sarijaya yang berlokasi di RT 7 ini yang berpikir menghentikan usaha ini karena dinilai percuma membuang waktu karena terus merugi.

Permasalahan kualitas air ini  sudah berapa kali di keluhkan bahkan pihaknya telah mengundang Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD)  Kukar namun tidak ada tindak lanjutnya.

Bahkan, mereka juga sempat urunan dana ke anggota untuk mendatangkan peneliti dari Universitas Mulawarman agar meneliti air sungai Sanga-Sanga. Hasilnya air Sungai Sanga Sanga berada dibawah standar baku mutu.

“Kemana kami harus protes? Pengusaha batu bara susah. Yang namanya kami ekspos cuma ya hanya sebatas teriak saja,  mereka gak peduli. Mau ngadu kemana kita bingung,” keluh pria ramah dan berjenggot ini.

Namun mereka tidak tinggal diam dan hanya berkeluh kesah, kini mereka mencoba ‘banting stir’ dengan membudidayakan karamba ikan Nila di dalam kolam bekas tambang batu bara,  yang memang sudah lama di tinggal begitu saja oleh perusahaan batubara. Beberapa anggota KUB Keramba Sarijaya mulai merasakan manisnya panen ikan Nila dari karamba ex kolam tambang batubara ini. (vb/hel)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.