Kebun Induk Lada Unggul Malonan 1 Dibangun di PPU

February 8, 2017 by  
Filed under Perkebunan

SAMARINDA – Dinas Perkebunan Kalimantan Timur (Kaltim) berencana membangun kebun induk tanaman lada varietas nasional Malonan 1 yang akan dibangun di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kepala Dinas Perkebunan Ujang Rachmad, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Komoditi Bambang Fajrul Fallah,  mengatakan pembangunan kebun induk lada ini direncanakan dengan luas lahan dua yang nantinya akan berfungi sebagai kebun bibit.“Malonan 1 yang dikembangkan di Kaltim merupakan varietas unggul nasional memiliki berbagai keunggulan,” jelas Ujang.

Keunggulan tersebut diantaranya, mengandung minyak atsiri sebesar 2,35 pdersen, oleoserin 11,23 persen dan piperin 3,82 persen. Sehingga rasa lada Malonan 1 lebih pedas dari jenis lada lainnya.

Menurut Ujang Rahmad, kandungan Malonan 1 ini lebih tinggi dari oleoserin dan piperin lada putih varietas Petaling 1 yang hanya 10,66 persen dan 3,03 persen. Begitupun dibanding lada Enteng, lada Malonan 1 lebih tinggi kandungan minyak atsirinya.

Sedangkan lada hitam Kaltim memiliki kandungan minyak atsiri 2,61 persen, oleoserin 15,60 persen dan piperin 3,18 persen. Kandungan tersebut lebih tinggi dari oleoserin dan piperin lada hitam varietas Natar 1 (11,29 persen dan 2,35 persen).

Selain itu, Malonan 1 memiliki toleran terhadap penyakit busuk pangkal batang dan mampu berproduksi sepanjang tahun dengan rata-rata produksi 2,17 ton per hektar per tahun.

“Nantinya kebun induk ini dapat menjamin keberlangsungan produksi dan mutu benih unggul, khususnya di Kabupaten Penajam Paser Utara,” harapnya.

Selama ini, sentra lada Kaltim selama beberapa decade berada di Kabupaten Kutai Kartanegara tepatnya di Kecamatan Loa Janan. Sentra lada berikutnya yaitu Kabupaten Berau yang produksi ladanya cukup tinggi dan pengembangan berikutnya di Penajam Paser Utara.(vb/yul/rey)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.