Pemerintah Pusat Bangun 30.000 Embung Pengairan

March 7, 2017 by  
Filed under Headline

PENAJAM, VIVABORNEO.COM,  Kementerian Desa, PDT & Transmigrasi dalam  Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas Pembangunan Desa di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Kamis (02/03/17)

Pemerintah Pusat berencana membangun 30.000 embung tadah hujan di desa-desa penghasil pangan namun kekurangan sumber air untuk pengairan.Kementrian Pertanian menyatakan kesiapan untuk  bersinergi dan  saling mendukung untuk menyukseskan program pembangunan embung di desa tersebut.

Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU),  Mustaqim, MZ yang menghadiri Rakornas Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas Pembangunan Desa, didampingi oleh Kepala dinas Pertanian Joko DF dan Kepala BPM PD,  Dul Aziz.

“Keberadaan embung di desa sangatlah dirasakan manfaatnya. Jika ini (program 30 ribu) embung terealisasi sehingga masa tanaim yang dimiliki petani akan bertambah,” ujar Wakil Bupati, Mustaqim MZ.

Menurutnya, jika pengairan tersedia  petani yang kurang produktif selama musim kemarau dengan adanya embung  akan tetap berproduksi  sehingga petani tidak kehilangan pekerjaan  dan perekonomian terus bertambah.

Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Hortikultura PPU, Joko Dwi Fetrianto, saat ini Penajam Paser Utara (PPU) menurut data telah memiliki 29 embung yang berfungsi untuk pengairan perkebunan, tanaman pangan, peternakan, tanaman holtikultura, serta untuk bahan baku air bersih dan  penanggulangan kebakaran hutan.

“Kita masih memerlukan tambahan embung untuk beberapa desa. PPU akan mendapat bantuan 10 embung dari Kementrian Desa, PDT & Transmigrasi dan kami akan tetap berkoordinasi dengan dinas terkait terutama desa yang ingin memiliki embung. Kita tahu bersama betapa pentingnya keberadaan embung  terutama di desa,” tambah Joko.(vb/yul/gus)

 

 

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.