Harga TBS Bulan Maret Turun Tipis

March 10, 2017 by  
Filed under Headline

SAMARINDA, VIVABORNEO.COM,  Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit untuk wilayah mengalami penurunan tipis sebesar Rp49,50 per kilogram, dari Rp1.954,69 per kilogram di bulan Pebruari 2017 menjadi Rp1.905,19 per kilogram di bulan Maret 2017 ini.Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ujang Rachmad mengatakan memasuki bulan Maret 2017, yang menjelaskan turunnya harga TBS ini dipengaruhi oleh faktor biaya angkut dan biaya olah di beberapa perusahaan yang cukup tinggi, sehingga berimbas pada penjualan harga jual TBS di tingkat petani.

“Berdasarkan hasil rapat penetapan harga TBS Kaltim periode Maret 2017, untuk umur tiga tahun Rp1.670,36; umur empat tahun Rp1.703,52; umur lima tahun Rp1.743,01; umur enam tahun Rp1.787,78.,” ungkap Ujang saat ditemui di kantor Dinas Perkebunan, Samarinda, Jumat (03/03) lalu.

Selanjutnya, umur tujuh tahun Rp1.804,90; umur delapan tahun 1.847,69; umur sembilan tahun Rp1.889,09; dan umur sepuluh tahun keatas Rp1.905,19.

Sedangkan, CPO tertimbang dikenakan Rp8.763,50. Harga kernel (inti sawit) rerata tertimbang yang sama sebesar Rp8.043,03 dengan indeks K sebesar 82,27 persen.

Ujang menambahkan, daftar harga TBS sawit diatas, merupakan standar harga bagi petani yang sudah bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit di Kaltim, khusunya kebun plasma.

Terkait maraknya pedagang/tengkulak yang dilengkapi dengan jembatan timbang/loading ramp dengan tingkat ketelitian, sertifikat dan ijinnya belum diverifikasi kebenarannya, dikhawatirkan merugikan petani. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten agar segera menindaklanjuti di lapangan.

“Masih banyak diantara petani kelapa sawit yang belum tergabung dalam kelompok tani, apalgi membentuk  koperasi, sehingga kami berharap agar Dinas Perkebunan di Kabupaten dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit (APKASINDO) juga dapat membantu masing-masing petani kelapa sawit agar tergabung dalam kelompok tani dan koperasi sehingga lebih mudah dimitrakan,” ucap Ujang lagi.

Dengan adanya kerjasama kelompok tani dengan pihak pabrik minyak sawit (PMS), lanjut Ujang, diharapkan harga TBS petani sudah sesuai dengan harga normal dan tidak dipermainkan lagi oleh para tengkulak. Sehingga kesejahteraan kelompok tani kelapa sawit melalui kerjasama ini hendaknya dapat terwujud.(vb/rey/*)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.