Sulbar Belajar Tetapkan Harga TBS ke Kaltim

March 24, 2017 by  
Filed under Perkebunan

SAMARINDA, VIVABORNEO.COM, Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang berhasil dalam menetapkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, sehingga patut menjadi percontohan daerah lain untuk belajar dalam penetapan harga buah sawit tersebut, termasuk Sulawesi Barat.Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pansus DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Syamsul Samad saat berkunjung ke kantor Dinas Perkebunan Kaltim, Samarinda, Senin (20/03) kemarin.  Syamsul Samad bersama rombongan berjumlah 17 orang sengaja berkunjung terkait dengan penetapan harga TBS kelapa sawit.

Dalam paparannya, Syamsul mengatakan untuk wilayah Sulawesi Barat, selama ini penetapan harga TBS tersebut hanya ditentukan oleh perusahaan tanpa melalui kesepakatan tim, sehingga apabila harganya lebih rendah bila dibandingkan dengan harga yang berlaku di provinsi lainnya, maka diduga ada masalah atau sesuatu yang kurang dalam proses penetapan harga TBS sawit di wilayahnya.

“Kami tidak berdaya dalam memaksimalkan perhitungan dan penetapan harga TBS sawit ini, dimana indeks “K” di wilayah kami selalu dibawah 80 persen sehingga kami perlu berkoordinasi langsung ke Kaltim, yang notabene indeks “K”nya selalu diatas 80 persen, untuk mendapatkan kiat menangani permasalahan tersebut,” ungkap Syamsul.

Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ujang Rachmad, dalam sambutannya mengatakan, penetapan harga TBS kelapa sawit di Kaltim telah berjalan sejak tahun 2010 dan dilakukan setiap satu bulan sekali. Hingga saat ini, sebanyak 14 perusahaan telah bergabung selaku tim penetapan harga TBS kelapa sawit Kaltim.

Ujang menambahkan, berita acara daftar harga TBS sawit yamg terbit setiap bulannya tersebut merupakan standar harga bagi petani pekebun yang tergabung dalam kelompok tani sudah bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit di Kaltim, khususnya kebun plasma.

“Adanya kerjasama antara kelompok tani, koperasi dan pihak perusahaan pemilik pabrik minyak sawit melalui kemitraan, diharapkan harga TBS petani sudah sesuai dengan harga normal dan tidak khawatir dipermainkan lagi oleh para tengkulak. Sehingga kepastian harga dan kesejahteraan petani kelapa sawit lebih terjamin,” jelas Ujang. (vb/rey/disbun)

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.