Kembangkan Sapi Brahman Cross melalui Inseminasi Buatan

March 26, 2017 by  
Filed under Headline

VIVABORNEO.COM, Kabupaten Penajam Paser Utara sukses mengembangkan budidaya sapi Brahman Cross yang diimpor Pemprov Kaltim dari Australia, beberapa tahun lalu  dan kini kabupaten yang bersebelahan dengan Kota Balikpapan ini menjadi percontohan bagi daerah lain, seperti Riau, Sumatera Utara bahkan Jawa Timur.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Joko Dwi Fetrianto, mengatakan saat ini populasi sapi potong di PPU mencapai  17 ribu  ekor dan  angka ini telah melampaui target yang ditetapkan Gubernur Kaltiim yaitu sebanyak 15.500 ekor.

“Kencapaian tersebut karena keberhasilan sistem kawin suntik atau inseminasi buatan antara pejantan unggul Brahman Cross dengan sesama betina impor  ataupun betina lokal,” ujarnya.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak yang turut meninjau Kelompok Peternak Lestari Desa Gunung Intan Kecamatan Babulu menyatakan kepuasannya akan program pengembangan sapi Brahman Cross ini.

Joko menyatakan banyak orang mengatakan  sapi Brahman Cross  sulit untuk dikembangbiakan karena sapi jenis ini sangat liar, tidak mau diam, dan di negara asalnya sapi jenis ini biasanya kawin secara alami.

Namun ternyata, Kabupaten PPU membuktikan bahwa sapi berukuran  jumbo ini    jadi jinak dan tingkat keberhasilan perkawinan dengan inseminasi buatan mencapai 85 persen.

“Dengan keberhasilan ini kabupaten kami jadi referensi  dan acuan studi peternakan dari provinsi Riau, Sumatera Utara dan Jawa Timur,” ujarnya.

Lanjut Joko, Dinas Pertanian Kabupaten PPU  juga telah menandatangani MoU dengan Dinas Peternakan Provinsi  Kaltim untuk program khusus  Siwab atau kependekan dari  setiap induk wajib bunting di tahun 2017 ini.

“Bantuan untuk Kelompok Peternak  Lestri awalnya 41 ekor yang 100 persen jenis Brahman Cross  dan yang saat ini ada  27 ekor induk dalam keadaan bunting untuk yang  ke dua kalinya. Sementara itu ada tujuh ekor indukan lainnya digilir kepada peternak lainnya yang belum pernah menerima bantuan. Karena indukan tidak boleh dijual dan merupakan asset bagi peternak,” ucap Joko.(vb/yul)

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.