Kabupaten PPU Kirim 50 Peserta Penas KTNA Aceh

April 29, 2017 by  
Filed under Headline

VIVABORNEO.COM, Kabupaten Penajam Paser Utara mengirimkan sebanyak 50 orang  peserta  yang akan  mengikuti Pekan Nasional Kelompok Tani Nelayan-Andalan atau  Penas-PTNA yang berlangsung   di Provinsi Aceh, yang dilepas Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar di Aula Kantor Bupati, Kamis (27/4/17).

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar meminta peserta untuk membawa nama baik Kabupaten Penajam Paser Utara di kancah nasional dengan target mendapatkan salah satu juara dari berbagai kategori yang dilombakan.

Bupati menilai petani di Indonesia,  termasuk juga di Kaltim dan PPU sulit untuk dapat mandiri karena masih terlalu manja dan selalu dibantu oleh pemerintah seperti bantuan bibit, pupuk dan lain-lain.

“Petani kita dibantu saja masih belum sejahtera, belum mandiri. Apalagi jika tidak dibantu samasekali oleh pemerintah,” ujarnya saat pembekalan peserta yang akan berangkat di Penas KTNA Aceh 2017.

Bupati Yusran Aspar menegaskan peserta yang ikut Penas KTNA harus dapat mengambil   informasi dan inovasi yang ditampilkan untuk diterapkan di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Sementara itu,  Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten PPU, Joko Dwi Fetrianto meminta seluruh peserta yang dikirim oleh Pemkab PPU dapat bersaing dengan provinsi lain.

“Utamakan mengikuti seluruh kegiatan. Jangan ada yang mementingkan jalan-jalan atau berbelanja. Karena sepeser uang yang dikeluarkan akan diminta pertanggungjawaban,” tegas Joko.

Kabupaten PPU mengirimkan 50 orang peserta yang berasal dari K, ecamatan Penajam sebanyak 18 orang Kecamatan Waru 8 orang, Babulu 12  dan  Kecamatan Sepaku sebanyak 12 orang peserta.

Kabupaten berjuluk lumbung pangan Kaltim ini juga akan membawa beberapa jenis beras unggulan,  madu kelulut (lebah kecil yang tidak menyengat)  dan  aneka olahan buah mangrove.(vb/ya)

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.