Bank Indonesia Balikpapan Kembangkan Klaster Bawang Merah

May 21, 2017 by  
Filed under Headline

VIVABORNEO.COM, Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan akan mengembangkan  kluster  pertanian   bawang merah di Desa Rintik Kecamatan  Babulu, sebagai upaya BI turut menjaga kestabilan harga dan inflasi daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Suharman Tabrani  mengatakan kegiatan ini sebagai upaya turut sertanya Bank Indonesia dalam  pengendalian inflasi dan pemberdayaan masyarakat petani  karena produk bawang merah ini merupakan komoditi yang dapat  membuat gejolak pasar yang mengakibatkan inflasi.

“Kita tahu bahwa bawang merah ini adalah salah satu penyumbang inflasi tidak saja di Kaltim tetapi di daerah lain di Indonesia. Dengan pengembangan budidaya bawang merah ini kita berharap dapat memenuhi kebutuhan, paling tidak untuk kebutuhan di Kabupaten PPU dan Kaltim secara umum, “ ujarnya.

Suharman Tabrani menjelaskan  pengembangan klaster bawang merah ini tidak saja tentang  budidaya   namun hingga pasca panen dan  pembuatan bibit bawang merah  kembali untuk penanaman  selanjutnya.

“Kita berharap pengebangan bawang merah ini dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain untuk memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki agar daapt lebih member manfaat bagi petani dan masyarakat,” harapnya.

Suharman Tabrani beserta staf menyerahkan langsung proposal kerjasama dengan Pemkab Penajam Paser Utara dan diterima langsung oleh Bupati  Yusran Aspar didampingi Kepala Dinas Pertanian PPU,  Joko Dwi Refrianto.

Menurut Bupati PPU, Yusran Aspar,   lahan pertanian tersedia  sangat luas di PPU dan siap ditanami apa saja termasuk bawang merah dan komoditas lainnya seperti padi, jagung, kedelai dan cabai.

“Kami menyambut baik program pengembangan klaster bawang merah di Kabupaten PPU ini. Semoga ini dapat member nilai tambah bagi petani dan menjadi contoh untuk pengembangan bawang merah yang lebih luas,” ujar Yusran Aspar.(vb/yul)

 

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.