Mutu Olahan Karet Rakyat masih Rendah

May 23, 2017 by  
Filed under Perkebunan

SAMARINDA. Persoalan mutu kualitas karet rakyat yang masih dibawah standar, sangat  berpengaruh pada harga jual hasil produksi karet. Hal ini juga menjadi salah satu persoalan dari hasil karet petani di Kaltim.Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ujang Rachmad mengatakan sebagaimana penyebab di beberapa daerah penghasil karet di Indonesia, termasuk di Kaltim, faktor pengolahan karet kerap  dituding sebagai penyebab kenapa kualitas mutu karet rakyat saat ini masih rendah.

Akibat dari kualitas karet yang rendah tersebut, turut mempengaruhi harga karet yang sudah cenderung turun.

“Mutu karet rakyat masih belum mencapai standar nasional maupun internasional, yang harusnya bisa dijadikan bahan baku untuk beberapa produk berkualitas, ternyata belum mampu bersaing,” ujarnya.

Ujang menerangkan, dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang mutu karet kepada para petani karet, Disun Kaltim  telah  mengadakan Pelatihan Pengolahan Produk Perkebunan Komoditi Karet (BOKAR), yang diikuti pedagang pengumpul karet, kelompok tani/petani karet, bertempat di Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, pekan lalu (17/5/17).

“Rendahnya mutu karet, tentu berpengaruh pada harga jual. Oleh sebab itu, dengan adanya kegiatan pelatihan ini, diharapkan petani mampu meningkatkan kualitas karet demi memperoleh keuntungan dari harga yang lebih tinggi pula,” harap Ujang.

Ditambahkannya, selama ini petani hanya memikirkan bobot tanpa memperhatikan mutu sesuai dengan harapan perdagangan internasional. Oleh sebab itu, mutu karet Indonesia kalah bersaing dengan negara tetangga Malaysia dan Thailand.

“Melalui pertemuan ini, masyarakat tani karet dapat lebih memahami akan pentingnya mutu karet. Hal itu sesuai dengan permintaan pasar, yaitu menginginkan karet yang berkualitas. Tentu petani akan memperoleh imbalan harga jual yang cukup tinggi pula,” ujar Ujang Rahmad. (vb/rey/disbun)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.