Kaltim Pacu Percepatan Upsus Pajale

July 26, 2017 by  
Filed under Pertanian

KUTAI KARTANEGARA,   Kaltim menjadi salah satu daerah yang dipilih untuk pengembangan program upaya khusus (Upsus) padi, jagung dan kedelai (Pajale). Program ini didukung seluruh jajaran pemerintah daerah bersama TNI untuk terus memacu percepatan pencapaian peningkatan produksi dan produktivitas komoditi pangan tersebut.

“Upsus sudah berjalan. Bersama TNI, kita sukseskan program ini,” kata Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim H Ibrahim saat kegiatan Gerakan Percepatan Tanam Padi dan Jagung di Desa Sebuntal Kecamatan Marangkayu Kukar, Senin (24/7).

Menurut dia, Kaltim memiliki potensi besar untuk pengembangan tanaman pangan,  baik padi, jagung maupun kedelai serta komoditi pangan lainnya.

Kutai Kartanegara, jelasnya didukung potensi tersedia mampu memproduksi  jagung sebesar 3.316 ton pada 2016 atau meningkat sekitar 1.740 ton dari tahun 2015.

Capaian produksi jagung Kaltim sekitar 22.115 ton pada 2016 atau meningkat sebesar 13.736 ton dari tahun sebelumnya yang hanya berproduksi 8.379 ton.

Sementara produksi padi sebesar 147.284 ton pada 2016 atau minus 39.545 ton karena terjadi penurunan produksi dari tahun 2015 yang mencapai 186.829 ton.

Sedangkan tahun 2016 terjadi penurunan produksi padi Kaltim sebesar 103.597 ton dari tahun 2015 sekitar 408.782 ton karena hanya mampu berproduksi 305.185 ton.

“Upsus seiring dengan program Gubernur Awang Faroek Ishak untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat agar sejahtera. Penurunan produksi menjadi tantangan kita untuk memacu peningkatan produktivitas,” ungkap Ibrahim.

Dia menambahkan khusus luasan kawasan potensial di wilayah Marangkayu untuk pengembangan tanaman pangan mencapai 521 hektar. (yans/sul/adv)

           

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.