PPU Akan Jadi Sentra Produksi Bawang Merah dan Cabai

October 25, 2017 by  
Filed under Agrobisnis

VIVABORNEO.COM, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) selama ini merupakan  lumbung pangan terutama padi di Kaltim, bersama Kabuapten Kutai Kartanegara dan Paser.  Kini  Kabupaten PPU juga bertekad   menjadi lumbung bagi komoditas bawang merah dan cabai.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikulutra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten PPU,  Bambang Marjuki mengatakan  PPU telah menerima bantuan bibit bawang merah dan cabai  dari Kementerian Pertanian yang disalurkan melalui Dinas  Pertanian Pangan  dan Ketahanan Pangan Provinsi Kaltim.

“Bantuan yang diterima kelompok tani di Desa Rintik Kecamatan Babulu ini diharapkan dapat memenuhi permintaan konsumsi masyarakat terhadap bawang merah yang akan berujung pada penurunan tingkat inflasi daerah. Karena selama ini bawang merah masih didatangkan dari luar Kaltim,” ujar Bambang Marjuki, Selasa (24/10/17).

Selain untuk konsumsi dan memenuhi pasokan Kabupaten PPU sendiri, diharapkan dari 20 hektar bantuan bibit bawang merah ini nantinya dapat juga memasok daerah sekitar seperti Kota Balikpapan dan Tanah Grogot, Kabupaten Paser.

Sementara itu,  sebulan sebelumnya, tepatnya pada bulan September 2017, Bank Indonesia  Kota Balikpapan juga telah memulai program tanam bawang merah juga berlokasi di Desa Rintik  dengan luas tanam satu hektar yang dikhususkan untuk memproduksi  bibit  unggul untuk tanam selanjutnya.

Selain bantuan bibit bawang merah, Kabupaen PPU juga menerima bantuan bibit cabai untuk beberapa kelompok tani di Kecamtan Penajam. Bantuan ini diperkirakan mampu ditanam di atas lahan seluas 10 hektar.

“Untuk bantuan bibit cabai ini, termasuk juga bantuan sarana produksi  seperti pupuk, plastik mulsa dan lain-lain. Sama seperti bawang merah, produksi cabai ini nantinya diperuntukkan untuk pemenuhan kebutuhan Kabupaten PPU disamping untuk memasok dua kota lainnya,” ujar Bambang Marjuki.(vb/yul)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.