Demplot Untuk Pengembangan Padi Unggul Lokal

December 8, 2013 by  
Filed under Inovasi

SAMARINDA – vivaborneo.com, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kaltim akan membuat sejumlah demonstrasi plot (demplot) di beberapa kabupaten/kota untuk percontohan pengembangan varietas padi lokal unggul Kaltim.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim, H. Ibrahim, Senin  pekan lalu mengatakan, potensi varietas padi lokal di Kaltim sangat besar untuk dikembangkan. Selama ini varietas padi lokal dikembangkan secara sederhana dan sangat tradisional oleh masyarakat.

Varietas padi lokal saat ini yang memiliki potensi untuk dikembangkan adalah padi mayas, adan krayan, adan malinau, ikan, gupa, thai hom, buyung dan serai.

Selama ini varietas padi unggul lokal Kaltim ditanam secara tradisional oleh masyarakat  yang diawali dengan persiapan lahan yang biasanya dengan pembakaran lahan, kemudian penanaman (penugalan), dan setelah panen, lahan ini akan ditinggalkan untuk dibiarkan  berotasi hingga musim tanam berikutnya.

Kebiasaan masyarakat ini menjadikan produksi padi unggul lokal  masih sangat rendah jika dibandingkan dengan produksi padi sawah yang produktivitasnya dapat ditanam dua hingga tiga kali setahun.

Ibrahim menjelaskan  penggunaan tekologi dalam pengembangan padi unggul lokal sangat memungkinkan. Misalnya penggunaan pupuk dan pestisida, hingga perlakuan pada benih padi agar cepat tumbuh.

Selama ini sentuhan teknologi tidak dilakukan oleh petani karena memang padi lokal ditanam secara tradisional dan hanya mengandalkan unsure hara tanah dan sisa bakaran lahan.

“Untuk itu kita akan membuat demplot di beberapa kabupaten yang memiliki potensi pengembangan padi unggul lokal. Diharapkan masyarakat dapat mencontoh demplot bagaimana berocok tanam padi lokal yang baik dan benar,” jelasnya.(vb/yul)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.