Lada Kaltim Plasma Nutfah Nasional

December 23, 2013 by  
Filed under Perkebunan

SAMARINDA – vivaborneo.com, Lada (Piper nigrum L) merupakan salah satu komoditas perkebunan andalan Kaltim dan dibudidayakan sejak jaman Belanda. Sehingga, komoditi ini termasuk tanaman lokal atau plasma nutfah daerah yang akan dilepas untuk bibit unggul nasional.

“Lada Putih kita sudah dikenal di dunia selain lada putih Bangka (Munthok white pepper) maupun lada hitam Lampung (Lampung black pepper). Kaltim merupakan salah satu daerah sentra pembudidayaan Lada di Asia Tenggara,” kata Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Hj Etnawati didampingi Kepala Bidang Produksi Sukardi di Samarinda (23/12).

Sesuai hasil laporan Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Bogor melalui uji RAPD (random amflified polymorphic DNA) atau penentuan identitas genetik populasi tanaman termasuk tanaman lada.

Hasil analisis RAPD menunjukkan lada lokal Kaltim dengan varietas Chunuk dari Bangka Balitung terdapat perbedaan secara genetik. Sehingga, lada Kaltim dapat diobservasi sesuai sifat morfologi, komponen produksi  dan mutunya guna dilepas sebagai varietas nasional.

Disebutkan, sentra terbesar pengembangan budidaya lada di Kaltim terdapat di Dusun Mario Desa Batuah Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Desa Semoi II Kecamatan Sepaku Penajam Paser Utara.

Secara spesifik berdasarkan observasi morfologi terhadap bentuk daun  dan produksi (produktivitas tanaman) maka lada lokal yang berkembang di dua daerah (Kukar dan PPU) memiliki ciri yang sama serta mampu berbuah sepanjang tahun.

“Perbedaan serta ciri khas yang dimiliki lada lokal inilah menjadi dasar pihak berkompeten di daerah untuk persiapan pelepasan varietas lada unggul Kaltim untuk dijadikan sumber benih unggul nasional,” ungkap Etnawati.(vb/mas)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.