Produksi Aren Gunakan Sentuhan TTG

December 7, 2013 by  
Filed under Inovasi

SANGATTA- vivaborneo.com, Jika selama ini produksi aren genjah yang diolah menjadi gula maupun air nira masih system tradisional, ke depan sudah mampu menggunakan sentuhasn Teknologi Tepat Guna (TTG). Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kaltim  bekerjasama dengan Dinas Perkebunan (Disbun) Kutim mengarah ke sana.

“Kami sangat berterima kasih, karena Balitbangda Kaltim memiliki perhatian tersebut. Kita harapkan, dengan adanya sentuhan teknologi itu, produksi aren bisa lebih berkembang maju lagi di masa mendatang, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” kata Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Kutim Akhmadi Baharuddin, Senin (2/12) ketika menghadiri sosialisai dan publikasi Kelitbangan dirangkai praktik alat diversivikasi produk olahan berbahan aren genjah di kantor BPD desa Kandolo, Kecamatan Teluk Pandan.

Disebutkan, pihaknya melakukan intensifikasi agar tanaman aren mampu menambah pendapatan keluarga yang dikelola melalui usaha Koperasi Aren Melambai.

“Aren genjah produksinya banyak, buahnya lebat, cepat produksi,  perawatannya mudah, dan tidak kalah kualitasnya dengan aren di daerah yang lain,” kata Akhmadi.

Dikatakan, arena genjah sudah dirilis Menteri Pertanian (Mentan) RI 2011 menjadi komoditi nasional. Sehingga aren genjah sudah mendunia. Hanya saja, budidaya pengembangan kecambah aren genjah di Kutim masih terbatas.  Jika ada pesanan kecambah aren genjah  petani masih kewalahan dan belum bisa memenuhinya, lantaran masih tumbuh secara alami.

“Kementerian Kehutanan RI juga telah merekomendasikan bahwa tanaman aren genjah adalah tanaman konvervasi lokal yang perlu dilestarikan. Apalagi kedepan rencana ada kawin silang antar aren genjah dengan aren Tomohon, Minahasa, Sulawesi Utara untuk memaksimalkan produksi dengan melibatkan peneliti Palma, Manado,” terangnya.

Di Kandolo ini sudah sekira 40 Ha lahan aren genjah dari 249 Ha lebih luas aren yang tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Sangkulirang dan Batu Ampar serta wilayah kecamatan lainnya di Kutim. Aren ini ada dua spesies, yakni arena dalam dan aren genjah.

Sedangkan Ketua Tani Kandolo Azis mengatakan, sudah belasan tahun tinggal di Teluk Pandan, dan aren genjah yang tumbuh di kebun milik petani setempat, itulah yang dipelihara hingga produksi. Dalam satu pohon genjah yang sudah disadap bisa menghasilkan 20 liter nira sehari. Saat ini produksi aren genjah di Kandolo rata-rata 50 liter per hari (sekali masak). Dari 50 liter nira itu, bisa menghasilkan gula aren sebanyak 20 butir yang dimasak selama kurang lebih 8 jam. Satu butir beratnya kadang 0,5 Kg dengan harga  jual sekira Rp 10 ribu  per biji. (vb/kmf2)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.