Perikanan Kaltim Belum Mengarah Pada Industri Pengolahan

December 31, 2013 by  
Filed under Perikanan

SAMARINDA – vivaborneo.com, Usaha sektor kelautan dan perikanan Kaltim diakui belum mengarah industri pengolahan menjadi produk turunan dalam rangka peningkatan produk. Kondisinya, selama ini yang dilakukan masih sebatas tahap produksi dan penjualan dalam bentuk segar.“Selama ini ekspor masih dalam bentuk segar. Ini karena cold storage yang ada belum mengolah produksi nelayan, tapi hanya sebatas penyimpanan,” ucap Kabid Perikanan Tangkap DinasPerikanan dan Kelautan (DKP) Kaltim, Bakri Rizal saat menjadi narasumber dialoginteraktif Hallo Kaltim melalui siaran RRI Samarinda, Selasa (31/12) pagi.

Bakri Rizal menjadi narasumber dialog rutin mingguan program kerjasama Diskominfo Kaltim –RRI Samarinda tersebut ditemani Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan Unmul Samarinda,  Abdul Noor.

Kedua narasumber tersebut membahas tema ‘potensi perikananan di Kaltim dan nilai ekspor yang dilakukan nasional dan internasional.Menurutnya, usaha kelautan dan perikanan Kaltim seharusnya sudah diarahkan ke industri pengolahan.

“Ekspor komoditas udang windu misalnya, diakui memang paling tinggi produksinya untuk negara tujuan ASIA. Ke depan harus lebih ditingkatkan. Tidak lagi sebatas ekspor dalam bentuk segar, tapi harus sudah produk olahan seperti nugget dan produk turunan lainnya. Meskipun saat ini sudah mulai mengekspor dalam bentuk fillet,” akunya.

Dengan peningkatan nilai tambah produk, diharap dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan di Kaltim. Gilirannya tentu diharap dapat meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan PDRB Kaltim.

Sependapat dengan itu, Abdul Noor menyebut, peningkatan nilai tambah produk sesuai komuditasnya menjadi unggulan yang harus dilakukan dalam pengembangan usaha sektor kelautan dan perikanan.

“Terus terang, fakultas ada melakukan penelitian berkaitan upaya meningkatkan nilai ekspor khusunya di bidang perikanan. Intinya semua diajak merubah paradigma bagaimana mengembangkan produksi perikanan dan kelautan secaraoptimal,” katanya.(vb/arf)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.